Monday, August 7th, 2006
Dan hari ini berlalu sangat lambat sekali.
Kemarin dia bilang kalau dia perlu waktu,
untuk berpikir
untuk memastikan perasaannya
apakah saya hanya seorang teman
atau saya lebih dari seorang teman
Dan
tentu saja bendungan air mata saya langsung bobol. Dan dia pun
beruasaha meyakinkan bahwa ini semua belum berakhir. Dia bilang dia
sangat sayang. Dia bilang dia tidak bisa kehilangan saya. Dia bilang
dia tidak akan menyakiti saya. Untuk sesaat saya bahagia karena saya
mendengar semua kata-kata indah yang jarang saya dengar sebelumnya.
Tapi kita tidak berpesta pora merayakan cinta, sebaliknya kita
memutuskan untuk mengambil jarak untuk sementara.
Rasanya hari ini berlalu sangat lambat.
Kalimat pertama yang rekan kerja saya katakan setelah saya bercerita apa yang terjadi dalam versi singkat adalah "You are very positive, aren’t you?". Dan saya jawab. "Yes, I’m a very positive person."
Padahal saya sendiri tidak yakin kalau saya masih bisa berpikir positif
saat ini. Ya, kemarin saya kira saya baik-baik saja. Ini yang terbaik
buat kita. Tapi kenapa hari ini saya menjadi tidak yakin kalau saya
baik-baik saja? Yah saya memang orang yang suka berpikiran positif.
Entah mengapa. Mungkin karena darah Jawa orang tua saya. Saya selalu
berpikir "Yah setidaknya masih untung begini. Setidaknya masih untung begitu".
Sekarang saya pun tidak bisa berpikiran positif, ataupun negatif. Saya hanya bisa menunggu.
Terkadang
saya kesal karena saya tidak seharusnya sedih. Saya harusnya senang
karena dia akhirnya menyadari kalau selama ini dia sudah memperlakukan
saya dengan tidak adil. Bahwa dia itu egois. Bahwa selama ini saya
sudah berkorban terlalu banyak. Bahwa dia akhirnya merasa bersalah.
Tapi saat ini saya tidak siap untuk ini.
Terkadang saya
bertanya kenapa saya harus jatuh cinta kepadanya. Kenapa tidak dengan
orang lain yang jauh lebih perhatian dan pengertian. Kenapa dengan dia
yang sering tidak peduli. Kenapa dengan dia yang egois. Kenapa saya mau
berkorban untuk dia. Saya tau kalau saya patut menerima seseorang yang
jauh lebih baik.
Dan saya sebenarnya tau jawabannya. Karena dia
membuat saya bahagia. Karena dia membuat saya menjadi orang yang lebih
baik. Karena dia membuat semuanya terasa lebih baik. Saya benar-benar
sudah jatuh cinta dan saya tidak mau kehilangan dia.
Saya tahu
tidak ada gunanya memikirkan semua ini sekarang. Biarkan waktu yang
menjawab. Saya hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan jalan keluar
yang terbaik. Saya tahu Tuhan tau yang saya mau. Dan saya berharap
suatu hari saya mendapatkan apa yang saya harapkan, walaupun mungkin
jawabannya bukan dia.
Dan saya sekarang kembali menunggu. Dan
mungkin di akhir semua ini saya bisa berkata "Yah, setidaknya saya
telah menemukan apa artinya dan rasanya mencintai seseorang."